RaBel,Toboali == Kunjungan terakhir Forwaka Babel di Pulau Bangka mendapat sambutan sangat baik dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Selatan. Dalam kunjungan tersebut, Kajari Bangka Selatan Safrianto Zuriat Putra SH MH membuka kesempatan dengan melakukan video conference dengan Ketua Forwaka Kejagung RI.
“Sesuai dengan roh visi misi kita itu kejaksaan adalah mitra kita. mitra dalam artian tentu dalam artian yang positif ya. Istilah kita kalau kita sudah menjalin mitra kebatinan. Maksudnya, jika ada pemberitaan sebaiknya dikonfirmasikan dulu. Itulah lebihnya kita bermitra. Pada intinya seperti itu, Pak Kajari sudah paham karena mantan Kasi Pidsus Kejari Jakarta Selatan. Beliau itu hampir seluruh warna wartawan paham beliau. Kita datang dengan senyum, jalan agak miring saja beliau sudah paham,” kata Zam Zam Siregar mengenal Kajari Basel, Safrianto sejak lama sewaktu di Pekan Baru, Kamis (4/07).
Adapun pesan utama dari Zam Zam, katanya, kejaksaan itu adalah mitra kita. “Mitra dalam artian yang positif. Itulah adanya gunanya Forwaka Kejagung, Forwaka Kejaksaan Tinggi. Istilahnya kalau kita berteman itu, ada celana kawan yang robek, kita tidak sanggup menjahitnya, ya kita tutup-tutupi sedikit, minimal tidak kelihatan. Tapi kalau celananya sudah robek, sudah menjadi pembahasan umum tidak mungkin kita tutupi, nanti kita juga yang kena,” candanya.
Terakhir harapan Zam Zam selaku Forwaka Kejagung agar Forwaka Babel tetap menjaga koridor kode etik jurnalistik.
“Kalau harapan kita dari pusat sama lah agar Forwaka Babel tetap menjaga kode etik jurnalistik. Kita harus mengendepankan profesionalitas kita sebagai wartawan. Kita tidak harus istilah terlalu kata kasak kusuk dalam tanda kutip. Dengan kita ada kemitraan dengan kejaksaan, pembentukan forwaka sudah terjadi hubungan kebatinan. Ibarat kata hubungan kebatinan bisa terbawa mimpi,” tuturnya.