Penumpang Wings Air Protes, Harga Bagasi Lebih Mahal dari Ole-ole

oleh -17 views

 

RaBel, PANGKALPINANG-Seorang penumpang Wings Air dari bandara Depati Amir Pangkalpinang menuju bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) Palembang dengan nomor penerbangan IW 1233 protes langsung kepada petugas check in maskapai, Kamis (8/4/2021).

Penumpang tersebut sempat berdebat dengan petugas bandara bagasi. D, inisial penumpang tersebut melakukan perjalanan seorang diri dengan membawa satu kardus dan satu tas ransel.

Dia menjelaskan, ketika akan check in tiket kepada petugas ground handling (petugas lapangan ) Wings Air bagasinya yang berisi ole- ole dikenakan tarif yang dirasakannya cukup mahal.

” Maskapai Wings Air ini saya duga mengakali penumpang. Kardus yang berisi ole-ole tersebut sudah ditimbang di Yuna Snack Jalan Air Mangkok Pangkalpinang tak lebih dari 7 kilogram. Eh, kenapa sampai di bandara jadi 8 kilo dengan harga 248 ribu,” tanya D kesal kepada petugas Wings Air.

” Saya ini mengerti soal peraturan bagasi penerbangan. Mulai 1 April 2019 Lion Air group memberlakukan tarif bagasi baru itu saya tahu. Untuk bagasi lebih dari 7 kilogram dikenakan biaya bagasi itu juga saya tahu. Kenapa sampai di bandara kardus ole-ole yang saya beli tak sampai 300 ribu lebih mahal dari tarif bagasi. Ukurannya pun gak terlalu besar jika memang petugas Wing Air mau berbaik hati memperbolehkan kardus saya itu dibawa ke pesawat karena bisa masuk ke bagasi di atas,” ungkapnya.

Sementara itu, petugas Wing Air yang ada di check in tiket tetap ngotot jika kardus yang di bagasi harus bayar sebesar Rp31ribu perkilonya dikali 8.

” Iya pak perkilonya Rp31 ribu dikali 8 kilo jadi dikenakan bagasi 248 ribu,” kata dua cewek petugas ground handling Wings Air.

 

” Selain keberatan soal berat bagasi saya juga protes dengan petugas bandara. Saya sudah mengemis minta tolong jika kardus diperbolehkan naik ke pesawat. Saya bilang gak banyak bawa duit jika harus bayar bagasi kasihan anak istri di Palembang mau beli susu, pampers dan lainnya. Tapi petugas tetap keukeh. Akhirnya karena gak mau ketinggalan pesawat dengan terpaksa saya bayar,” sesal D.

Lebih jauh D meminta kepada maskapai Wings Air Group di bandara Depati Amir agar lebih profesional menjalankan tugasnya.

” Tolong buat pimpinan Lion Air group agar mengawasi pegawainya jangan merugikan penumpang. Kasian penumpang seperti saya yang jarang pulang ketemu anak istri dan membawa uang sedikit harus dibebankan juga membayar biaya bagasi. Tolong toleransinya di masa pandemi Covid-19 susah cari duit,” imbuhnya. (red)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Tentang Penulis: adminHP

Gambar Gravatar
Cerdas, Cepat, Jelas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *