,

Komunitas Doodle Art Bangka, Pustaka Literasi Babel Wadah Menyalurkan Hobi dan Emosi

oleh -65 views

RaBel, PANGKALPIANG — Pandemi virus Corona sudah sebulan lebih memaksa dunia pendidikan untuk menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar dari rumah maupun kegiatan literasi lainnya. Tentu hal ini membuat siswa, khususnya masyarakat Bangka Belitung baik itu dikalangan muda,remaja maupun tua.

Baca Juga:

Delapan Orang Pasien Covid-19 dari Dua Kecamatan di Bangka Sembuh

Doodle art merupakan teknik membuat gambar dengan cara mencoret dan menggabungkan aneka pola gambar yang terlihat abstrak. Namun terlihat unik dan menarik karena dikemas dengan nuansa sains sehingga menghasilkan satu kesatuan gambar.

Ternyata kegiatan mencorat-coret tidak melulu membuang-buang waktu. Bahkan sebuah coretan bisa menjadi sesuatu yang indah dan bermakna.

Baca Juga:

10 Peluang Usaha Rumahan Terbaru Dengan Modal Kecil Yang Menjanjikan

Tia, founder Doodle Art Bangka yang bekerja sama dengan Riki selaku ketua literasi Bangka Belitung , hal ini di sela- sela acara Kolektif art yg mengangkat tema literasi dan kreasi seni yang diselenggarakan di Alun-alun Taman Merdeka, Minggu (15/11/2020).

“Doodle art juga termasuk seni rupa dua dimensi dan termasuk seni desain grafis yang menarik, misalnya grafiti yang sering dilihat di pinggir jalan. Biasanya doodle dapat dibuat berdasarkan tema, yakni tema bunga, wajah, nama, hewan yang akan membentuk gambar unik,” papar Tia.

Baca Juga:

Cara Manfaatkan Baju Bekas Jadi Tas atau Tote Bag Multifungsi

Doodle Art Indonesia merupakan wadah bagi para pecinta doodle art di Indonesia untuk berkarya, berekspresi dan membangun kepercayaan diri.

Lebih lanjut dikatakan Tia , tujuan kegiatan berinisiatif mengadakan “kegiatan minat baca gratis,Live art, Pameran Karya, Musikalisasi Puisi dan open donasi buku bacaan di tengah pandemik COVID-19 ini ialah memberi kesempatan generasi muda, khususnya masyarakat dalam berimajinasi, mengasah kreativitas, dan menunjukkan ide-idenya dalam sebuah karya seni.

Untuk kegiatan itu sendiri dihadiri oleh 70 orang peserta ,sempat dihadiri oleh ibu walikota Pangkalpinang yakni ibu Monica,

Kegiatan ini sendiri diseponsori oleh Ibu gubernur Bangka Belitung yakni ibu Melati Erzaldi serta beberapa seniman Babel yang ada dibangka Belitung yang tidak bisa kita sebut kan satu persatu.” kata tia.

Tia juga menambahkan kegiatan ini mendapatkan dukungan dari pemerintah provinsi Bangka Belitung ,serta beberapa seniman yang ada di Babel.

Pandemi virus Corona sudah sebulan lebih memaksa dunia pendidikan untuk menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar dari rumahkegiatan tersebut merupakan kegiatan umum tidak ada batasan usia , dan juga terdapat beberapa tamu yang datang baik dari seniman Babel dan sastrawan Babel,yang juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.ungkap Riki selaku Ketua Literasi Babel.

Untuk Tujuan kegiatan tersebut merupakan kolektif art sendiri dari ketua literasi menyampaikan bahwa untuk lebih meningkatkan minat baca dan memberikan wadah di khalayak masyarakat umum apalagi sekarang masyarakat Babel mengalami pademi. “Jelas Riki.”

Ketua Babel art sendiri berpendapat bahwa kegiatan tersebut ketika kita ingin melakukan kegiatan literasi tidak harus keperpustakaan , bisa saja dilakukan ditempat umum lainnya,”jelas Tia.”

Bagi Tia, doodling bukan hanya sebagai ajang untuk menyalurkan kreativitas, tetapi juga untuk menyalurkan emosi.

“Misalkan kita lagi dalam keadaan hati yang emosi apalah pokoknya, lagi sedih, lagi apa, kadang aku menuangkanya disitu (doodling)” kata gadis kelahiran Kenanga tersebut.

“Pesan saya untuk dodle art semoga kedepannya bisa membuat gebrakan yang lebih besar lagi dan berdampak positif bagi masyarakat Bangka Belitung saat ini,” tutupnya. (egi)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Tentang Penulis: adminHP

Gambar Gravatar
Cerdas, Cepat, Jelas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *